Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Rasyid Rida & modernisme islam

 Dimensi pemikiran Muhammad Rasyid Ridha dicirikan oleh pendekatan modernis dan kontekstualis terhadap isu-isu keagamaan, terutama dalam pembaharuan hukum Islam. Melalui karya utamanya, Tafsir al-Manar, Rasyid Ridha menekankan pentingnya umat Islam kembali kepada esensi hukum Islam dan memahami prinsip-prinsip syariat secara logis dan kontekstual sebelum mengaplikasikannya. Ia menolak fanatisme mazhab, mendorong toleransi, dan membuka pintu ijtihad selebar-lebarnya, dengan syarat ijtihad tersebut menjunjung tinggi al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Rasyid Ridha berfokus pada modernisasi hukum Islam dengan menegaskan supremasi al-Quran dan Sunnah, meyakini bahwa kemunduran umat Islam terjadi karena penyimpangan dari ajaran Islam yang sebenarnya. Maryam Jameelah mengidentifikasi empat poin utama dalam wacana modernisme Rasyid Ridha: Pemurnian ajaran Islam dari pengaruh menyimpang, khususnya sufisme dan tarekat yang sesat. Reformasi pendidikan tinggi Islam agar relevan dengan zama...

Jamaluddin Al-Afghani & Muhammad Abduh

  Jamaluddin Al-Afghani Jamaludin al-Afghani merupakan tokoh pembaharu yang menggunakan metode berpikir rasional. Sejak lahir, beliau diberikan gelar al-Sayyid karena keluarganya berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW . Dijelaskan dalam jurnal Pemikiran Jamaludin al-Afghani susunan Akmal Hawi, Jamaludin al-Afghani lahir di Asadabad pada tahun 1838 М. Beliau merupakan putra dari Sayyid Safdar al-Husainiyyah yang memiliki hubungan darah dengan perawi hadits terkenal asal Afghanistan, Sayyid Ali At-Turmudzi.Sejak kecil, Jamaludin al-Afghani dididik di lingkungan keluarga yang bermazhab Hanafi. Saat menempuh pendidikan formal, ia mempelajari ilmu aqli dan naqli. Selain itu, beliau juga mahir dalam bidang matematika dan sains.Sebagai tokoh pembaharu, pemikiran beliau berfokus pada nilai-nilai rasionalisme dan republikanisme. Agar lebih memahaminya, tulisan ini akan menjelskan secara lengkap tentang pemikiran Jamaludin al-Afghani. Jamaludin al-Afghani muncul pada abad ke-19, di mana um...

Modernitas , Rasionalitas & Sains

Modernitas Islam adalah sebuah agama, sementara modernitas dipahami sebagai serangkaian perubahan signifikan yang dialami masyarakat Barat ketika mereka beralih dari era kuno ke era yang sepenuhnya berbeda.Sejarah Islam dimulai dengan misi Nabi Muhammad SAW, dan konsep serta sistem pengetahuannya berkembang selama lima abad berikutnya. Pada abad kesembilan Masehi (abad ketiga Hijriah),beberapa tokoh Arab dan Islam menunjukkan sikap intelektual dan kreatif yang mencirikan modernitas.Namun, sejak abad keenam belas, umat Islam mulai menutup diri dari penemuan dan inovasi yang berkelanjutan, memilih untuk tetap terisolasi dari pemikiran baru. Hal ini menyebabkan pemisahan antara umat Islam dan modernitas. Sebagai konsekuensinya, bentuk Islam yang dipraktikkan saat ini didasarkan pada pemahaman Al-Qur'an dan Sunnah oleh para pendahulu hingga abad kelima Hijriah.Masyarakat Barat memulai pembangunan modernitas pada abad ke-16 Masehi. Hal ini terjadi setelah para pemikir Barat berhasil men...