Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Pergeseran Paradigma Teologi Islam

urgensi menghadirkan konstruksi teologi Islam klasik yang transformatif dan membebaskan. Tujuan utama syariat Islam pada dasarnya adalah revolusi kemanusiaan dan ide-ide pembebasan, yang mencakup konsep-konsep kunci seperti keadilan (al-'adalah), egalitarianisme (al-musawamah), dan kebebasan (al-hurriyah). Dalam konteks teologi transformatif, ketiga ide ini memerlukan rekonstruksi atau redefinisi makna teologi.  Selama ini, teologi umumnya dipahami sebagai diskursus seputar Tuhan (teosentris). Namun, dalam kerangka paradigma transformatif, teologi tidak seharusnya lagi dipahami semata-mata sebagai wacana kalam klasik yang sangat teosentris, yang secara etimologi berasal dari kata theos (Tuhan) dan logos (ilmu/perkataan). Sebaliknya, teologi harus dimaknai dan dipahami sebagai ilmu kalam yang sesungguhnya, yaitu ilmu tentang perkataan. Tuhan dalam hal ini tercermin dalam kata logoi, sebab esensi Tuhan tidak tunduk pada ilmu (Hasan Hanafi, 1991:45). Gagasan mereformasi atau merekonst...

Teologi Islam Klasik dan Problem Modernitas

Perjalanan dan pengembangan konsep dalam studi teologi Islam berlangsung secara bertahap. Contohnya, pemahaman tauhid pada masa Nabi Nuh lebih sederhana dibandingkan dengan masa Nabi Hud, dan terus berkembang hingga sempurna pada masa Nabi Muhammad Saw. Perkembangan ini disesuaikan dengan tingkat kematangan berpikir umat pada zamannya.Teks tersebut mengasumsikan bahwa umat Nabi Muhammad Saw telah mencapai tingkat kematangan berpikir yang relatif lebih tinggi secara evolusioner dibandingkan umat sebelumnya, sehingga lebih siap menerima konsep tauhid yang lebih matang Al-Qur'an memperkenalkan Tuhan kepada umat Nabi Muhammad Saw melalui dua aspek utama: sifat-sifat-Nya yang berkaitan dengan kualitas esensi-Nya, dan perbuatan-Nya yang berkaitan dengan kekuasaan mutlak Tuhan.Terjadi perdebatan panjang mengenai apakah sifat-sifat Tuhan merupakan bagian dari zat-Nya atau berbeda darinya. Diskusi ini mengarah pada tiga persoalan pokok: (a) Antropomorfisme: Membahas ayat-ayat yang menggamba...