Pergeseran Paradigma Teologi Islam
urgensi menghadirkan konstruksi teologi Islam klasik yang transformatif dan membebaskan. Tujuan utama syariat Islam pada dasarnya adalah revolusi kemanusiaan dan ide-ide pembebasan, yang mencakup konsep-konsep kunci seperti keadilan (al-'adalah), egalitarianisme (al-musawamah), dan kebebasan (al-hurriyah). Dalam konteks teologi transformatif, ketiga ide ini memerlukan rekonstruksi atau redefinisi makna teologi. Selama ini, teologi umumnya dipahami sebagai diskursus seputar Tuhan (teosentris). Namun, dalam kerangka paradigma transformatif, teologi tidak seharusnya lagi dipahami semata-mata sebagai wacana kalam klasik yang sangat teosentris, yang secara etimologi berasal dari kata theos (Tuhan) dan logos (ilmu/perkataan). Sebaliknya, teologi harus dimaknai dan dipahami sebagai ilmu kalam yang sesungguhnya, yaitu ilmu tentang perkataan. Tuhan dalam hal ini tercermin dalam kata logoi, sebab esensi Tuhan tidak tunduk pada ilmu (Hasan Hanafi, 1991:45). Gagasan mereformasi atau merekonst...